Article: Merdeka and Love: INDONERDS
Merdeka and Love: INDONERDS
Sebuah kemerdekaan tidak lahir hanya dari peran satu orang. Ia dicapai lewat banyak kepala, banyak cara pandang, banyak keterlibatan, dan tentu saja banyak kepribadian. Di mana setiap pribadi di dalamnya punya ruang untuk mempertanyakan hal-hal yang sudah dianggap biasa dan menemukan caranya sendiri untuk menciptakan perubahan.
Ada yang bekerja dengan gambar, ada yang dengan kata-kata, ada yang dengan tangannya. Ada yang teliti sampai ke detail terkecil, ada yang selalu punya pertanyaan, ada yang spontan, ada yang keras kepala soal apa yang ia percaya. Semua dengan keberanian dan tekad yang sama. Untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan, dengan hati.
Menjadi bebas tidak berarti harus berjalan sendirian. Kami menemukan kemerdekaan ketika kami tumbuh bersama tanpa harus kehilangan keunikan masing-masing. Ketika kemampuan yang berbeda dapat saling melengkapi. Satu orang membawa gagasan, yang lain mengembangkannya, dan akan ada pula yang melihat sesuatu yang terlewatkan atau tidak terpikirkan sebelumnya.

Seperti rangkaian kain perca: potongan-potongan kain dengan warna, pola, dan karakter yang berbeda, disusun menjadi satu. Setiap anggota dalam Tulisan datang dengan warna dan pola masing-masing, keahlian yang berbeda, selera yang berbeda, termasuk cara berpikir dan cara bekerja yang berbeda.
Tidak ada dua potongan yang sama, dan memang tidak perlu. Menjadi bagian dari sebuah kekuatan tidak berarti harus menjadi seragam. Ketika potongan-potongan yang berbeda ini dipertemukan, sesuatu yang baru pun terbentuk. Setiap bagian tetap membawa warna dan karakternya sendiri, di mana yang satu tidak perlu menyerupai yang lain, tetapi bersama-sama menjadi persatuan yang lebih besar dan lebih utuh.

Di Tulisan, kami menjahit satu cerita bersama, dengan kain dan benang yang kami bawa sendiri. Setiap kemampuan, kepribadian, dan keunikan punya tempatnya masing-masing. Ketika benang dan kain itu bertemu, kami tidak berusaha menghapus perbedaannya. Kami membiarkannya terlihat.
Kami tidak datang dari jalan yang sama, tidak selalu melihat dari sudut yang sama, dan perbedaan bukan sesuatu yang harus ditundukkan. Justru di situlah letak keseruannya. Tulisan adalah tentang kebanggaan menjadi Indonesia dengan banyak warna yang berani untuk tetap menjadi warnanya sendiri, lalu menemukan cara untuk berjalan seiring dan hidup berdampingan dalam satu kain.
Ada sebuah kalimat dari salah satu surat Sukarno kepada maestro patung Isamu Noguchi yang pernah kubaca dan mengingatkanku pada semangat ini:
“ You are free in your own decision! ”
Merdeka and love,
Soekarno.
Inilah Tulisan, inilah INDONERDS. Orang-orang Indonesia yang kreatif, berdaya, dan berani.
Berani untuk menentukan arah sendiri, mengikuti rasa ingin tahu, dan mengenali siapa kita.
Berani untuk merdeka dalam berpikir dan menjadi diri sendiri.
Berani untuk percaya dan mengandalkan apa yang kita miliki.
Berani menjadi sesuatu yang mungkin tidak selalu sesuai dengan ekspektasi orang lain, dengan cinta kasih yang cukup untuk memberi ruang bagi orang lain melakukan hal yang sama.
Omnia vincit amor.
Selvi, Tulisan






Leave a comment
Situs ini dilindungi oleh hCaptcha dan berlaku Kebijakan Privasi serta Ketentuan Layanan hCaptcha.