Menu

Login
 

Kepik


“Ayo, cari Kepik!” aku bilang ke diriku sendiri setiap kali aku jatuh ke dalam pusaran melankoli tanpa alasan tertentu. Gejala melankoli seperti ini sering datang menyergap pikiranku dan mendatangkan rasa takut dan panik yang berlebihan. Terkadang krisis eksistensialis ini bisa membuatku menangis atau sesak nafas tanpa mengetahui sebabnya. 

Rasa aneh ini aku beri nama imajiner “Nervousius Bordum” karena terinspirasi dengan konsep “I’m nervous when bored” [aku cemas kalau bosan]. Tujuannya supaya aku bisa mengetawai diriku yang sedang dibodohi kabut pikiran sendiri. Bagaimana bisa memusnahkan sesuatu yang tidak berwujud pada hakikatnya, seperti lubang gelap yang tidak berhingga?

Aku tahu bahwa aku baru bisa mengalahkan rasa ini dengan mewujudkan ketakutan yang tidak nyata, untuk dimusnahkan pada akhirnya. Tatap tajam bentuk ketakutan itu dan perhatikan semua rinciannya yang mengerikan. Kemudian aku membayangkan menembus bentuk yang menakutkan itu, supaya bisa dibuktikan bahwa semuanya hanya ilusi hologram.

Ini latihan mental yang aku sebut sebagai permainan Tjap Kepik, cara seniman menghadapi rasa takut. Harus jeli dan sabar mencari jawaban yang sederhana. Bisa jadi ada di depan mata, tapi kita menolak untuk melihatnya. Kalau ketemu si Kepik yang mungil, aku yang beruntung karena berhasil mengalahkan suatu rasa panik yang sifatnya selalu sementara dan tidak nyata.

Lalu Kepik akan berputar kecil di udara,
membuat panik lupa cara bertahan.

Cium dan Peluk,
Melissa

Komentar

Buat Akun Ingat, komentar perlu disetujui sebelum dipublikasikan.

Artikel Terkait

Bahasa

Bahasa

Negara/Wilayah

Negara/Wilayah