
Sembari ditemani senandung suara Louis Armstrong, aku melewati 2025
dengan menggambar sampai pukul dua pagi di tahun baru.
Melalui gambar, aku menuangkan imajinasi dan doa ke dalam sebuah mantra visual
karena rasa ini adalah setulusnya pemberian dari Sang Maha Pencipta semesta.
Aku bersyukur bisa menemukan rasa ini dan
membungakan kasih yang berlimpah ke segala penjuru.
Aku bersyukur bisa menumbuhkan keberanian
untuk percaya kepada diriku yang terlalu lama aku lupakan.
Aku bersyukur bisa menatap tajam kepada keheningan
sehingga sunyi menjadi nyala yang memenuhi waktu.
Dan ini Si Tanduk yang akan berlari menembus bara dan debu
meraih mimpi yang selalu menjadi hak lahirnya.
Selamat Tahun Baru,
Melissa